Minggu, 16 Juli 2017

post 2 : makalah peserta didik



PESERTA DIDIK
Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu Pendidikan dengan Dosen Pengampu : Mu’in Abdullah M.Pd i
Disusun oleh     :
FAJAR RIVANDI F.A    ( x.03/16.17/ 01.10618 )
LINA RAHMAWATI     (x.03/16.17/ 02. 10689 )
RINA KRISTIANA         ( x.03/16.17/ 02.10707 )
SUSILOWATI                 (x.03/16.17/ 02.10708  )

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT ISLAM MAMBA’UL ULUM SURAKARTA ( IIM )
2017
KATA PENGANTAR

          Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita nabiullah Muhammad SAW yang telah mengajarkan dan menyebarkan Dinul Islam sehingga kita dapat mengetahui, mengenal dan mendalami Dinul Islam.
Dalam kesempatan kali ini kami diberi kesempatan untuk memaparkan tentang PESERTA DIDIK dalam mata kuliah Ilmu Pendidikan. Dalam hal ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila penulisan makalah ini terjadi banyak kesalahan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan yang kami miliki.
Untuk koreksi, saran dan perhatiannya sangat kami hargai untuk menunjang makalah ini.
Sekian dari kami atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latarbelakang Masalah
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan
B.   Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Salah satu komponen dalam system pendidikan adalah adanya peserta didik. peserta didik merupakan komponen yang sangat penting dalam system pendidikan, sebab seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pendidik apabila tidak ada yang dididiknya.
Sebagai peserta didik juga harus memahami hak dan kewajibanya serta melaksanakanya. Hak adalah sesuatu yang harus diterima oleh peserta didik, sedangkan kewajiaban adalah sesuatu yang wajib dilakkukan atau dilaksanakan oleh peserta didik.
Namun itu semua tidak terlepas dari keterlibatan pendidik, karena seorang pendidik harus memahami dan memberikan pemahaman tentang dimensi-dimensi yang terdapat didalam diri peserta didik terhadap peserta didik itu sendiri, kalau seorang pendidik tidak mengetahui dimensi-dimensi tersebut, maka potensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut akan sulit dikembangkan, dan peserta didikpun juga mengenali potensi yang dimilikinya.
Dalam makalah ini, penulis mencoba menghidangkan persoalan-persoalan diatas guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapakan, khususnya dalam pendidikan Islam.
B.       RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah penjabaran dari peserta didik ?
2.      Apa yang dimaksud dengan potensi itu ?
C.       TUJUAN PENULISAN
1.      Menambah pengetahuan tentang peserta didik
2.      Mengerti tentang penjabaran peserta didik
3.      Mengetahui potensi dari peserta didik

BAB II
PEMBAHASAN
A.     Peserta Didik
1.    Pengertian peserta didik
Peserta didik adalah objek pendidikan yang memerlukan bimbingan orang lain (pendidik) untuk membantu mengarahkannya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta membimbingnya menuju kecerdasan dan kemampuannya secara optimal.[1] Atau peserta didik merupakan suatu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.[2]
Menurut referensi lain peserta didik adalah :
1)   Setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Dlm arti sempit peserta didik ialah pribadi/ orang yang diserahkan kepada tanggung jawab pendidik[3]
2)   Peserta didik adalah orang yang sedang berdrada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis, pertumbuhan peserta didik memerlukan bantuan dari pendidik
3)   Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.[4]
2.    Ciri – Ciri Peserta Didik
Sebagai salah satu komponen pendidikan, peserta didik dapat ditinjau melalui beberapa pendekatan, antara lain pendekatan sosial, pendekatan psikologis dan pendekatan edukatif.[5] Selain itu semua orang dapat mengidentifikasi peserta didik dengan memperhatikan ciri-cirinya. Ciri-ciri dari peserta didik antara lain :
1)   Kelemahan dan ketidakberdayaan.
2)   Berkemauan keras untuk berkembang.
3)   Ingin menjadi diri sendiri.[6]
3.    Karakteristik Peserta Didik
Anak didik memiliki ciri khas yang berbeda dengan orang dewasa. Setidaknya ada dua jenis faktor karakteristik yang harus diperhatikan oleh pendidik. Kedua faktor tersebut adalah :
1)   Faktor Bawaan
Faktor bawaan adalah faktor yang diwariskan dari orang tua yang menentukan karakteristik fisik dan mungkin intelegensinya. Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa faktor bawaan adalah faktor yang dibawa peserta didik dari lahir yang dipengaruhi oleh orang tuany. Contoh :
a)    Seorang anak memiliki kondisi fisik yang lemah dikarenakan bawaan dari gen salah satu orang tua atau keluarga yang memiliki kondisi yang sama lalu menurun kepadanya.
b)   Ayah dari seorang anak memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga sang anak juga memiliki intelegensi yang sama cerdasnya dengan sang ayah
2)   Faktor lingkungan
Faktor lingkungan adalah faktor yang mempengaruhi karakteristik peserta didik karena lingkungan sekitar. Faktor ini menentukan karakteristik spiritual, mental terkadang juga mempengaruhi karakter fisik dan intelegensi. Dalam hal ini penulis mencontohkan sebagai berikut :
a)    Seorrang anak menjadi penakut karena orang orang disekitarnya sering menakut-nakutinya.
b)   Seorang anak sakit pernafasan karena oreng-oreng disekelilingnya sering merokok.
c)    Seorang anak menjadi rajin karena teman-temannya adalah anak yang rajin.[7]
4.    Jenis Jenis Perkembangan Peserta Didik
1)        Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik berupa gerakan- gerakan tubuh yang dimotori oleh kerja sama antar otot, otak dan saraf. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mototik adalah : kesiapan belajar, kesempatan belajar, kesempatan berpraktik, model yang baik, bimbingan dan motivasi.
2)        Perkembangan kognitif
Kognitif sering dikenal sebagai salah satu ranah individu. Kognitif berdasarkan tingkatan dari yang terendah adalah sebagai berikut : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa dan evaluasi. Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa kognitif ialah suatu kemampuan dari masing-masing individu untuk mengembangkan akal pikiran.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif antara lain adalah sebagai berikut : faktor fisik, faktor kematangan, faktor pengaruh sosial dan faktor proses pengaturan diri atau sering disebut ekulibirasi.
3)        Perkembangan moral
Perkembangan moral biasanya bersangkutan dengan kebiasaan dan perilaku sehari-hari. Dalam hal ini faktor perkembangan moral sangatlah penting agar dapat menunjang peserta didik diterima dalam masyarakat dengan baik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral antara lain: harmonisasi hubungan peserta didik dengan orang tua, penggambaran model/objek/figur yang ingin ditiru, tingkat penalaran seseorang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik, faktor interaksi sosial peserta didik.[8]
B.     Potensi Peserta Didik
Peserta didik merupakan penerus masa depan bangsa. Maka dari itu pendidik perlu untuk mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk mengembangkan kecerdasan, kemampuan, bakat serta petensi peserta didik agar menjadi maksimal. Dalam hal ini penulis juga memaparkan tentang potensi dari peserta didik. Potensi dari peserta didik antara lain :
a)    Potensi fisik
Menurut penulis potensi fisik peserta didik ialah keadaan dimana peserta didik memiliki fisik yang baik sehingga dapat dioptimalkan serta dibimbing agar dapat berkembang. Hasil gari pengembangan potensi fisik biasanya ialah dalambidang olahraga. Seperti sepak bola, bola basket, bola voli, bulutangkis dan lain-lain.
b)   Potensi intelektual atau intelegensi
Dari pemaparan beberapa tokoh antara lain L.M. Terman, Boring dan Alfred Binet penulis dapat menyimpulkan bahwa intelektual atau intelegensi adalah kemampuan seseorang dalam memahami suatu hal. Pengertian lain intelektual adalah kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani dan pengaktifan manusia dalam berinteraksi. Dalam hal ini intelektual sering disertai oleh emosional. Emosional adalahkemampuan mengindra dan memahami dengan efektif dengan sangat tajam kerena didukung oleh pengindraan emosi.
Dalam hal ini kecerdasan emosional dapat dikenali dengan ciri-ciri yang pada dasarnya memiliki lima aspek antara lain sebagai berikut :
1)      Kemampuan mengenali emosi diri
2)      Kemampuan memotivasi diri
3)      Kemampuan menguasai emosi diri
4)      Kemampuan mengenali emosi orang lain
5)      Kemampuan mengembangkan hubungan dengan orang lain[9]
c)    Potensi kepribadian
Menurut penulis potensi ini biasanya ditunjukkan dalam hal bersosial dalam masyarakat. Kepribadian sendiri dibagi menjadi dua yaitu baik dan buruk. Dalam hal ini pendidik perlu untuk membimbing peserta didik agar kepribadiannya menjadi baik. Hal ini harus diupayakan agar peserta didik berkembang dalam masyarakat dengan aktif bukan menjadi pribadi yang anti sosial.
d)   Potensi kreativitas
Menurut penulis potensi ini sering berkaitan dengan seni. Misalnya bakat peserta didik dalam bidang seni tari, seni musik, seni drama, melukis dan lain-lain. Potensi ini diperlukan penanganan khusus seperti pembimbing khusus, bakat alami dan minat dari peserta didik.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Peserta didik adalah objek pendidikan yang memerlukan bimbingan orang lain (pendidik) untuk membantu mengarahkannya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta membimbingnya menuju kecerdasan dan kemampuannya secara optimal.
Potensi peserta didik dibagi menjadi 4. Antara lain :
1.      Potensi Fisik
2.      Potensi Intelektual
3.      Potensi Kepribadian
4.      Potensi Kreativitas



DAFTAR PUSTAKA

Binti Maunah. (2009). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : Teras
https://ibnurus.blogspot.co.id/2016/03/makalah-peserta-didik.html?m=1
Mu’in Abdullah. (2017).  Presentasi Kelas Peserta Didik. IIM
Oemar Hamalik. (2014). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Ramayulis. (2002). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia


[1]Mu’in Abdullah, presentasi kelas peserta didik,( IIM. 2017 )

[2]Oemar Hamalik, kurikulum dan pembelajaran,( jakarta : Bumi Aksara.2014 ). Hal 7

[3]Binti Maunah, Ilmu Pendidikan,( Yogyakarta : TERAS. 2009 ). Hal 82
[4]Ramayulis, ilmu pendidikan islam, ( jakarta : Kalam Mulia.2002 ). Hal 77

[5]Oemar Hamalik, kurikulum dan pembelajaran,( jakarta : Bumi Aksara.2014 ). Hal 7

[6]Mu’in Abdullah, presentasi kelas peserta didik,( IIM. 2017 )
[7]Mu’in Abdullah, presentasi kelas peserta didik,( IIM. 2017 )

[8]Mohmmad rusdi, makalah peserta didik, ( https://ibnurus.blogspot.co.id/2016/03/makalah-peserta -didik.html?m=1.2016 )

[9]Ramayulis, ilmu pendidikan islam, ( Jakarta: Kalam Mulia.2002 ). Hal 103

1 komentar: