PEMIKIRAN
FILSAFAT AL - RAZI
Tugas
Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Filsafat Islam dengan Dosen
Pengampu : Mibtadin S.Fil , MSI
Disusun
oleh :
FAJAR
RIVANDI F.A ( x.03/16.17/ 01.10618 )
LINA
RAHMAWATI (x.03/16.17/ 02. 10689 )
RINA
KRISTIANA ( x.03/16.17/
02.10707 )
SUSILOWATI (x.03/16.17/ 02.10708 )
|
FAKULTAS
TARBIYAH
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT
ISLAM MAMBA’UL ULUM SURAKARTA ( IIM )
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga
tetap tercurahkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita nabiullah Muhammad
SAW yang telah mengajarkan dan menyebarkan Dinul Islam sehingga kita dapat mengetahui,
mengenal dan mendalami Dinul Islam.
Dalam kesempatan kali ini kami diberi kesempatan untuk memaparkan salah
satu bab dalam Mata Kuliah Filsafat islam yaitu mengenai pemikiran Filsafat
AR-RAZI. Dalam hal ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya
apabila penulisan makalah ini terjadi banyak kesalahan. Hal ini dikarenakan
kurangnya pengetahuan yang kami miliki.
Untuk koreksi, saran dan perhatiannya sangat kami hargai untuk menunjang
makalah ini.
Sekian dari kami atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latarbelakang
Masalah
B.
Rumusan
Masalah
C.
Tujuan
Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Berfikir merupakan sifat yang tidak bisa dilepaskan dari manusia yang
merupakan makhluk yang diberi akal oleh Allah Swt. dalam berfikirnya manusia
menggunakan pendekatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berfikir
filsafat merupakan hasil usaha manusia untuk berkesinambungan di seluruh jagad
raya ini. akan tetapi, berfikir filsafat dalam arti berfikir bebas dan mendalam
atau radikal yang tidak dipengaruhi oleh dogmatis dan tradisi disponsori oleh
filosof-filosof yunani.
Peradaban Islam muncul tidak lepas dari berbagai pemikiran yang
berkembang dalam Islam. Berbagai pemikiran yang muncul tersebut biasa disebut
filsafat Islam. Pemikiran yang berkembang dalam filsafat Islam memang didorong
oleh pemikiran filsafat Yunani yang masuk ke Islam. Namun, hal itu tidak
berarti bahwa filsafat Islam adalah nukilan dari filsafat Yunani. Filsafat
Islam adalah hasil interaksi dengan filsafat Yunani dan yang lainnya. Hal itu
dikarenakan pemikiran rasional umat Islam telah mapan sebelum terjadinya
transmisi filsafat Yunani ke dalam Islam.
Filsafat Islam yang dipelopori oleh para filosof muslim timur telah
mengembangkan sayapnya dan menancapkan cakarnya dengan kuat. Dalam filsafat
Islam para filosof muslim memadukan antara agama dan filsafat. Para ilmuan
muslim terdahulu sesungguhnya memiliki andil yang sangat besar dalam
mengembangkan kajian tentang filsafat. Dalam makalah ini akan dibahas tentang
salah satu filosof muslim yang sangat berjasa pada masa itu yaitu Ar-Razi. Baik
mengenai sejarah lahir dan karya-karyanya maupun tentang filsafat-filsafatnya.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa pengertian dari Filsafat Islam itu ?
2.
Bagaimanakah biografi dari Muhammad Ibn
Zakaria Al-Razi ?
3.
Penjelasan karya-karya Ar-Razi ?
4.
Bagaimana pemikiran dari Filsafat
Ar-Razi ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Filsafat Islam
Filsafat
Islam terdiri dari dua kata yaitu filsafat dan Islam.[1]
Filsafat berasal dari kata yunani, yaitu philosophia, kata beragkai dari kata philein yang berarti
mencintai, dan sophia berarti
kebijaksanaan. philosophia berarti:
cinta akan kebijaksanaan (inggris : love of wisdom, belanda :
wijsbegeerte, arab : muhibbun al hikmah ), orang yang berfilsafat atau orang
yang melakukan filsafat disebut “filosof”, artinya pecinta kebijaksanaan.[2]
Sedangkan
kata Islam, secara semantik berasal dari akar kata salima artinya menyerah, tunduk, dan selamat. Islam artinya
menyerahkan diri kepada Allah, dan dengan menyerahkan diri kepada-Nya maka ia
memperoleh keselamatan dan kedamaian.[3]
Jadi,
filsafat Islam berarti berpikir yang bebas, radikal, dan berada pada taraf
makna, yang mempunyai sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberi
kedamaian hati. [4]
B. Biografi
Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi
Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Masehi dan meninggal pada
tanggal 9 Oktober 925 Masehi. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota
tersebut terletak di lembah selatan jajaran dataran tinggi Alborz yang berada
di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir
seluruh karyanya.
Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi
tetapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30,
ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai
eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter
yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu
kedokteran.
Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang
dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi
yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk
menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.
Razi kembali ke kampung halamannya dan
terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit
di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga
menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq.
Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan
al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.
Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi
memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan
murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan
gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal
sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat
kepadanya[5]
C. Karya-Karya
Ar-Razi
Buku-buku al-Razi sangat banyak. Dia sendiri mempersiapkan katalog untuk
buku-buku yang ditulisnya, dan kemudian diproduksi oleh ibn al-Nadim. Yang kita
temukan 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6 surat, dan satu maqalah. Jumlah
seluruhnya 148 buah. Ibnu Abi Usaibi’ah menyebutkan 236 karyanya, tetapi
beberapa diantaranya tidak jelas pengarangnya. Salah satu diantaranya adalah
al-Hawi (buku menyeluruh) yang terdiri dari 20 jilid.
Karya ini lebih dianggap
sebagai buku induk dalam bidang kedokteran. Agaknya “al-Hawi”-lah yang
merupakan karyanya yang terbesar dan meluas sesuai dengan namanya. Buku ini
pula dianggap intisari ilmu-ilmu Yunani, Syiria dan Arab.
Menurut Al-Biruni, ada sekitar dua puluh satu karya Ar-Razi tentang
alkemi, yang terbesar diantaranya adalah Sirr Al-Asrar. Sesuai dengan semangat
Al-Razi anti hermetis, rahasia-rahasia disini bukan misteri-misteri mistik,
tetapi rahasia-rahasia keahlian seorang alkemis (ahli alkemi), yang dengan
bebas dipaparkan Ar-Razi dalam pembahasannya mengenai bahan-bahan,
perangkat-perangkat, dan metode-metode alkemi itu. Tujuannya adalah meretas
batas-batas yang memilahkan satu bentuk substansi dari substansi lainnya,
dengan menggunakan substansi kuat yang akan menembus dan mengubah unsur dasar,
dengan menambahkan dan menghilangkan sifat-sifat spesifik, mengubah logam dasar
menjadi emas atau batu menjadi permata. Akan tetapi Al-Razi juga menggunakan
sebagian dari preparat dalam praktik kedokterannya dan metode-metodenya sebagai
seorang alkemis lebih bernuansa ilmu bedah dari pada klenik atau sihir.[6]
Buku-buku tersebut dikelompokkan sebagai berikut:
1)
ilmu kedokteran
2)
ilmu fisika
3)
logika
4)
matematika dan astronomi
5)
komentar, ringkasan, dan ikhtisar
|
6)
filsafat dan I.P hipotesis
7)
metafisika
8)
teologi
9)
ateisme
10) campuran.
|
Diantara buku Al-Razi yang
dapat disebutkan disini, sebagai berikut :
1) Ath-Thibb
Ar-Ruhani,
2) Ash-Shirat
Al-Falsafiyyah,
3) Amarat
Iqbal Ad-Daulah,
4) Kitab
Al-Ladzdzah
5) Kitab
Al-Ilm Al-Ilahi,
6) Maqolah
fi Ma’bad Ath-Thabi’ah
|
7) Al-Hawi
fi Ath-Thibb,
8) Manshuri,
9) Kitab
Sirr Al-Asrar,
10) Muluki,
11) Kitab
Al-Jami Al-Kabir.
|
D. Pemikiran
Filsafat Ar-Razi
Filsafatnya terkenal dengan doktrin lima
yang kekal/abadi ( al qudama ul-khamsah). Lima yang kekal ialah :
a)
Al-Bari Taala, Tuhan pencipta yang maha
tinggi dan maha sempurna.
b)
An-Nafsul-kulliyah, jiwa yang universal
yang hidup dari jasad ke jasad sampai suatu waktu menemukan kebebasan yang
hakiki.
c)
Al-hayulal-ula, materi pertama yang
daripadanya tuhan menciptakan dunia. Materi pertama ini terdiri dari atom-atom
yang mempunyai volume. Atom-atom ini mengisi ruang sesuai dengan kepadatannya.
Atom tanah adalah yang paling padat, kemudian menyusul air, hawa dan api.
d)
Al-makanul-mutlaq, ruang yang absolut,
abadi, tanpa awal dan tanpa akhir.
e)
Az-zamanul-mutlaq, masa yang absolut,
abadi, tanpa awal dan tanpa akhir.
Penjelasan diatas bisa kita simpulkan
bahwa benda-benda tak lepas dari yang lima ini, sebab :
a)
Setiap benda perlu ada yang
menciptakannya. Sebab itu ia perlu kepada tuhan
pencipta.
b)
Diantara benda ada yang hidup. Hidup
memerlukan roh. Sebab itu perlu adanya roh
c)
Benda adalah materi, yang dengannya ia
dapat diinderai.
d)
Materi mangambil tempat, sebab itu ia
perlu ruang sebagai tempatnya.
e)
Materi mengalami perubahan, perubahan
terjadi dalam waktu.
Ada satu dari lima kekal diatas yang
dibagi oleh Ar-Razi. Hal tersebut ialah mengenai zaman. Mengenai zaman ar-razi
membagi zaman menjadi dua bentuk, yaitu zaman yang absolut dan zaman yang
relatif. Zaman yang absolut (ad-dhar) bersifat abadi tidak berawal dan tidak
berakhir, sedangkan zaman yang relatif (al-waqt) dapat disifati dengan angka.[7]
Menurut Dr. T.J. De Boer bahwa
dasar-dasar metafisika Ar-Razi berasal dari doktrin-doktrin tua seumpama
pemikira-pemikiran Anaxagoras, Empedokles, Mani dan lain-lain. Puncak
metafisikanya itulah prinsip tentang lima yang abadi (five co-ethernal
principles).[8]
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Filsafat Islam berarti berpikir yang bebas, radikal, dan
berada pada taraf makna, yang mempunyai sifat, corak dan karakter yang
menyelamatkan dan memberi kedamaian hati.
Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus
865 Masehi dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Masehi. Nama Razi-nya
berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran
dataran tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran.
Buku-buku al-Razi sangat banyak. Dia
sendiri mempersiapkan katalog untuk buku-buku yang ditulisnya, dan kemudian
diproduksi oleh ibn al-Nadim. Yang kita temukan 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6
surat, dan satu maqalah. Jumlah seluruhnya 148 buah.
Filsafatnya terkenal dengan doktrin
lima yang kekal/abadi ( al qudama ul-khamsah). Lima yang kekal ialah : Al-Bari
Taala, An-Nafsul-kulliyah, Al-hayulal-ula, Al-makanul-mutlaq dan Az-zamanul-mutlaq.
B. SARAN
SARAN
Sekian dari kami mungkin makalah ini
tidaklah sempurna banyak terjadi kesalahan penulisab dan kurangnya ilmu. Maka
dari iti kami meminta maaf sebesar-besarnya serta kami ucapkan terina kasih
atas perhatian, kritik dan sarannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Musa Asy’arie, Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir.
Yogyakarta : LESFI
Hasyimsyah Nasution, Filsafat
Islam. Jakarta : Gaya Media
Pratama
Musa Asy’arie, Op. Cit
Ibid
Ali
Yunasril, Perkembangan Pemikiran Falsafi
Dalam Islam, ( jakarta : bumi aksara
Boer,
Dr. T.J. De, The History Of Philosophy In
Islam, terjemahan : Edward R. Jones, B.D. New York.
