Jumat, 14 Desember 2018

prinsip hidup manusia itu 3M

By : fajar rivandi @ibernasofficial

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

          Hello para readers terhormat yang insya’allah dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala
Pada artikel kali ini admin akan membahas hal yang berkaitan dengan 3 prinsip hidup manusia
Dalam menjalani kehidupan kita harus tau bahwa kita butuh prinsip hidup. Prinsip hidup juga bisa disebut pedoman atau pegangan. Tujuan kita memerlukannya adalah agar hudup kita ini terarah sampai ke-tujuan.

Ingat!!

Tujuan allah subhanahu wata’ala menciptakan kita adalah untuk ber-ibadah kepada-nya seperti yang tertera dalam QS Adz Dzariat ayat 56 :

          Jadi hidup kita ini untuk beribadah. Lalu apa hubungannya dengan 3 prinsip hidup manusia??.
Semua bisa berkaitan karena beribadah itu gak boleh ngawur. Salah salah nanti amalanmu tidak dicatat malaikat. Karena 3 prinsip hidup manusia ini antara lain :
yaps

prinsip pertama kita harus meng - imani , kenapa harus iman???. karena iman itu sebagai kunci awal kita masuk syurga. antum semua pasti mau masuk surgakan??. karena itulah kita butuh IMAN.
iman yang paling utama adalah iman kepada Allah. sudah tertera pada 6 rukun iman yang pasti kita semua sudah hafal
yaps : 1. iman kepada Allah
          2. iman kepada malaikat
          3. iman kepada kitab
          4 .iman kepada nabi dan rosul
          5. iman kepada hari kiamat
          6. iman kepada qodo dan qodar
 
selanjutnya meng - amalkan yang selanjutnya adalah mengamalkan 
kita semua harus bisa mengamalkan semua yang kita bisa, karena ciri orang ber iman adalah amar ma'ruf nahi munkar. maka dari itu kita harus bisa mengamalkannya seperti yang tertera pada rukun islam
1. syahadat
2. sholat
3. puasa
4. zakat
5. haji ke baitulloh

maka dari itu mari kita amalkan bersama sama semua perintah Allah SWT

DAN YANG TERAKHIR PALING PENTING ADALAH MENG - IKLASKAN
kita bisa berbuat baik dengan tanpa beban tetapi yang sulit ialah meng ikhlaskan
karena ikhlas adalah amalan hati yang mana kadang bisa oke kadang malah diungkit ungkit.
tabi kita harus bisa ikhlas
mari berharap kepada Allah
karena Allah akan menjamin kita
karena Allahlah tuhan kita
karena dialah yang maha mengetahui


mari bersama sama menjadi pribadi yang lebih baik

cukup sekian dari saya
semoga bermanfaat dan menambah wawasan
banyak salah kata salah ucap mohon maafkanlah

silahkan dibahikan kalo perlu
nantikan vidionya di chanel youtube saya
 see you next time 
dan salam hijrah
 
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Minggu, 20 Agustus 2017

filsafat AR RAZI



PEMIKIRAN FILSAFAT AL - RAZI
Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Filsafat Islam dengan Dosen Pengampu : Mibtadin S.Fil , MSI
Disusun oleh     :
FAJAR RIVANDI F.A    ( x.03/16.17/ 01.10618 )
LINA RAHMAWATI     (x.03/16.17/ 02. 10689 )
RINA KRISTIANA         ( x.03/16.17/ 02.10707 )
SUSILOWATI                 (x.03/16.17/ 02.10708  )

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT ISLAM MAMBA’UL ULUM SURAKARTA ( IIM )
2017
KATA PENGANTAR

          Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita nabiullah Muhammad SAW yang telah mengajarkan dan menyebarkan Dinul Islam sehingga kita dapat mengetahui, mengenal dan mendalami Dinul Islam.
          Dalam kesempatan kali ini kami diberi kesempatan untuk memaparkan salah satu bab dalam Mata Kuliah Filsafat islam yaitu mengenai pemikiran Filsafat AR-RAZI. Dalam hal ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila penulisan makalah ini terjadi banyak kesalahan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan yang kami miliki.
          Untuk koreksi, saran dan perhatiannya sangat kami hargai untuk menunjang makalah ini.
          Sekian dari kami atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latarbelakang Masalah
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan
B.   Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA



PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
          Berfikir merupakan sifat yang tidak bisa dilepaskan dari manusia yang merupakan makhluk yang diberi akal oleh Allah Swt. dalam berfikirnya manusia menggunakan pendekatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Berfikir filsafat merupakan hasil usaha manusia untuk berkesinambungan di seluruh jagad raya ini. akan tetapi, berfikir filsafat dalam arti berfikir bebas dan mendalam atau radikal yang tidak dipengaruhi oleh dogmatis dan tradisi disponsori oleh filosof-filosof yunani.
          Peradaban Islam muncul tidak lepas dari berbagai pemikiran yang berkembang dalam Islam. Berbagai pemikiran yang muncul tersebut biasa disebut filsafat Islam. Pemikiran yang berkembang dalam filsafat Islam memang didorong oleh pemikiran filsafat Yunani yang masuk ke Islam. Namun, hal itu tidak berarti bahwa filsafat Islam adalah nukilan dari filsafat Yunani. Filsafat Islam adalah hasil interaksi dengan filsafat Yunani dan yang lainnya. Hal itu dikarenakan pemikiran rasional umat Islam telah mapan sebelum terjadinya transmisi filsafat Yunani ke dalam Islam.
          Filsafat Islam yang dipelopori oleh para filosof muslim timur telah mengembangkan sayapnya dan menancapkan cakarnya dengan kuat. Dalam filsafat Islam para filosof muslim memadukan antara agama dan filsafat. Para ilmuan muslim terdahulu sesungguhnya memiliki andil yang sangat besar dalam mengembangkan kajian tentang filsafat. Dalam makalah ini akan dibahas tentang salah satu filosof muslim yang sangat berjasa pada masa itu yaitu Ar-Razi. Baik mengenai sejarah lahir dan karya-karyanya maupun tentang filsafat-filsafatnya.
B.       RUMUSAN MASALAH
1.         Apa pengertian dari Filsafat Islam itu ?
2.         Bagaimanakah biografi dari Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi ?
3.         Penjelasan  karya-karya Ar-Razi ?
4.         Bagaimana pemikiran dari Filsafat Ar-Razi ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Filsafat Islam
          Filsafat Islam terdiri dari dua kata yaitu filsafat dan Islam.[1] Filsafat berasal dari kata yunani, yaitu philosophia, kata beragkai dari kata philein yang berarti mencintai, dan sophia berarti kebijaksanaan. philosophia berarti: cinta akan kebijaksanaan  (inggris : love of wisdom, belanda : wijsbegeerte, arab : muhibbun al hikmah ), orang yang berfilsafat atau orang yang melakukan filsafat disebut “filosof”, artinya pecinta kebijaksanaan.[2]
          Sedangkan kata Islam, secara semantik berasal dari akar kata salima artinya menyerah, tunduk, dan selamat. Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah, dan dengan menyerahkan diri kepada-Nya maka ia memperoleh keselamatan dan kedamaian.[3]
          Jadi, filsafat Islam berarti berpikir yang bebas, radikal, dan berada pada taraf makna, yang mempunyai sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberi kedamaian hati. [4]




B.       Biografi Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi
          Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Masehi dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Masehi. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran dataran tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.
          Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tetapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.
          Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.
          Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.
          Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya[5]
C.       Karya-Karya Ar-Razi
          Buku-buku al-Razi sangat banyak. Dia sendiri mempersiapkan katalog untuk buku-buku yang ditulisnya, dan kemudian diproduksi oleh ibn al-Nadim. Yang kita temukan 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6 surat, dan satu maqalah. Jumlah seluruhnya 148 buah. Ibnu Abi Usaibi’ah menyebutkan 236 karyanya, tetapi beberapa diantaranya tidak jelas pengarangnya. Salah satu diantaranya adalah al-Hawi (buku menyeluruh) yang terdiri dari 20 jilid.
          Karya ini lebih dianggap sebagai buku induk dalam bidang kedokteran. Agaknya “al-Hawi”-lah yang merupakan karyanya yang terbesar dan meluas sesuai dengan namanya. Buku ini pula dianggap intisari ilmu-ilmu Yunani, Syiria dan Arab.
          Menurut Al-Biruni, ada sekitar dua puluh satu karya Ar-Razi tentang alkemi, yang terbesar diantaranya adalah Sirr Al-Asrar. Sesuai dengan semangat Al-Razi anti hermetis, rahasia-rahasia disini bukan misteri-misteri mistik, tetapi rahasia-rahasia keahlian seorang alkemis (ahli alkemi), yang dengan bebas dipaparkan Ar-Razi dalam pembahasannya mengenai bahan-bahan, perangkat-perangkat, dan metode-metode alkemi itu. Tujuannya adalah meretas batas-batas yang memilahkan satu bentuk substansi dari substansi lainnya, dengan menggunakan substansi kuat yang akan menembus dan mengubah unsur dasar, dengan menambahkan dan menghilangkan sifat-sifat spesifik, mengubah logam dasar menjadi emas atau batu menjadi permata. Akan tetapi Al-Razi juga menggunakan sebagian dari preparat dalam praktik kedokterannya dan metode-metodenya sebagai seorang alkemis lebih bernuansa ilmu bedah dari pada klenik atau sihir.[6]
          Buku-buku tersebut dikelompokkan sebagai berikut:
1)        ilmu kedokteran
2)        ilmu fisika
3)        logika
4)        matematika dan astronomi
5)        komentar, ringkasan, dan ikhtisar
6)        filsafat dan I.P hipotesis
7)        metafisika
8)        teologi
9)        ateisme
10)    campuran.
                 Diantara buku Al-Razi yang dapat disebutkan disini, sebagai berikut :
1)      Ath-Thibb Ar-Ruhani,
2)      Ash-Shirat Al-Falsafiyyah,
3)      Amarat Iqbal Ad-Daulah,
4)      Kitab Al-Ladzdzah
5)      Kitab Al-Ilm Al-Ilahi,
6)      Maqolah fi Ma’bad Ath-Thabi’ah


7)      Al-Hawi fi Ath-Thibb,
8)      Manshuri,
9)      Kitab Sirr Al-Asrar,
10)  Muluki,
11)  Kitab Al-Jami Al-Kabir.
D.      Pemikiran Filsafat Ar-Razi
          Filsafatnya terkenal dengan doktrin lima yang kekal/abadi ( al qudama ul-khamsah). Lima yang kekal ialah :
a)         Al-Bari Taala, Tuhan pencipta yang maha tinggi dan maha sempurna.
b)        An-Nafsul-kulliyah, jiwa yang universal yang hidup dari jasad ke jasad sampai suatu waktu menemukan kebebasan yang hakiki.
c)         Al-hayulal-ula, materi pertama yang daripadanya tuhan menciptakan dunia. Materi pertama ini terdiri dari atom-atom yang mempunyai volume. Atom-atom ini mengisi ruang sesuai dengan kepadatannya. Atom tanah adalah yang paling padat, kemudian menyusul air, hawa dan api.
d)        Al-makanul-mutlaq, ruang yang absolut, abadi, tanpa awal dan tanpa akhir.
e)         Az-zamanul-mutlaq, masa yang absolut, abadi, tanpa awal dan tanpa akhir.
          Penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa benda-benda tak lepas dari yang lima ini, sebab :
a)         Setiap benda perlu ada yang menciptakannya. Sebab itu ia perlu kepada tuhan  pencipta.
b)        Diantara benda ada yang hidup. Hidup memerlukan roh. Sebab itu perlu adanya roh
c)         Benda adalah materi, yang dengannya ia dapat diinderai.
d)        Materi mangambil tempat, sebab itu ia perlu ruang sebagai tempatnya.
e)         Materi mengalami perubahan, perubahan terjadi dalam waktu.
          Ada satu dari lima kekal diatas yang dibagi oleh Ar-Razi. Hal tersebut ialah mengenai zaman. Mengenai zaman ar-razi membagi zaman menjadi dua bentuk, yaitu zaman yang absolut dan zaman yang relatif. Zaman yang absolut (ad-dhar) bersifat abadi tidak berawal dan tidak berakhir, sedangkan zaman yang relatif (al-waqt) dapat disifati dengan angka.[7]
          Menurut Dr. T.J. De Boer bahwa dasar-dasar metafisika Ar-Razi berasal dari doktrin-doktrin tua seumpama pemikira-pemikiran Anaxagoras, Empedokles, Mani dan lain-lain. Puncak metafisikanya itulah prinsip tentang lima yang abadi (five co-ethernal principles).[8]



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
          Filsafat Islam berarti berpikir yang bebas, radikal, dan berada pada taraf makna, yang mempunyai sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberi kedamaian hati. 
          Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Masehi dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Masehi. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran dataran tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran.
          Buku-buku al-Razi sangat banyak. Dia sendiri mempersiapkan katalog untuk buku-buku yang ditulisnya, dan kemudian diproduksi oleh ibn al-Nadim. Yang kita temukan 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6 surat, dan satu maqalah. Jumlah seluruhnya 148 buah.
          Filsafatnya terkenal dengan doktrin lima yang kekal/abadi ( al qudama ul-khamsah). Lima yang kekal ialah : Al-Bari Taala, An-Nafsul-kulliyah, Al-hayulal-ula, Al-makanul-mutlaq dan Az-zamanul-mutlaq.
B.     SARAN SARAN
          Sekian dari kami mungkin makalah ini tidaklah sempurna banyak terjadi kesalahan penulisab dan kurangnya ilmu. Maka dari iti kami meminta maaf sebesar-besarnya serta kami ucapkan terina kasih atas perhatian, kritik dan sarannya.

DAFTAR PUSTAKA
Musa Asy’arie, Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir.  Yogyakarta : LESFI
Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam. Jakarta : Gaya Media Pratama
Musa Asy’arie, Op. Cit
Ibid
Ali Yunasril, Perkembangan Pemikiran Falsafi Dalam Islam, ( jakarta : bumi aksara
Boer, Dr. T.J. De, The History Of Philosophy In Islam, terjemahan : Edward R. Jones, B.D. New York.


[1]  Musa Asy’arie, Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir (Yogyakarta : LESFI, 2002), hlm. 1

[2]  Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam (Jakarta : Gaya Media Pratama, 1999), hlm. 1

[3]  Musa Asy’arie, Op. Cit., hlm. 5

[4]  Ibid, hlm. 6
[5] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Zakariya_ar-Razi
[6]  http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/11/filsafat-islam-ar-razi.html?m=1
[7] Ali Yunasril, Perkembangan Pemikiran Falsafi Dalam Islam, ( jakarta : bumi aksara .1991 ) hal. 37

[8]  Boer, Dr. T.J. De, The History Of Philosophy In Islam, terjemahan : Edward R. Jones, B.D., (New York. 1967), hal. 78-79